Surat Untuk Jakarta
Sudah dua tahun tinggal dan kerja di Jakarta. Sebuah kota besar metropolitan dengan berbagai hiruk pikuk dan kesibukannya. Dan entah kenapa di sini waktu berjalan begitu cepatnya. Dua tahun disini terasa seperti dua hari yang berlalu begitu cepat.
Di lain sisi aku juga merindukan sebuah kota kecil yang damai dan masih sejuk. Kota dimana aku dibesarkan dari kecil. Letaknya berada di kaki gunung Lawu. Ya, kampung halaman bernama Magetan. Kota dimana sesuatu yang tidak bisa didapatkan di Jakarta bisa didapatkan di sini. Jalan raya yang lengang, suasana yang tenang, hawa yang sejuk, pepohonan yang masih rindang, beberapa contoh yang mewakili sesuatu yang sudah langka di Jakarta. Dan sekarang waktunya berpamitan dengan asap mobil, banjir, terik panas, dan orang-orang yang super sibuk.
Ketika berpisah darimu 'Jakarta', rasanya seperti meminum secangkir air panas berwarna hitam pekat atau bisa desebut espresso. Dimana ketika kamu minum rasanya hanya pahit yang tersisa di lidah. Tapi beberapa saat setelah meminumnya, kamu benar-benar tau betapa menggairahkannya minuman tersebut. Begitupun juga perpisahan yang ku alami ini, berpisah dengan lingkungan, teman-teman, dan momen-momen yang pastinya akan kurindukan suatu saat nanti. Awalnya memang terasa pahit, tetapi aku berharap ini akan menjadi titik dimana kedepannya hidupku lebih menggairahkan lagi dan penuh tantangan.
Mungkin perpisahan ini bukan suatu hal yang aku harapkan. Aku juga membenci satu kata yang ada di dunia ini, yaitu berpisah. Perpisahan ini juga berarti kegagalan bagiku. Tapi aku yakin ini akan menjadi suatu hal bagi hidupku dimana aku diberitahu bahwa sebuah kegagalan itu teramat penting bagi kehidupan seorang manusia. Karena kegagalan akan memberi tahu kita bahwa apa yang kita lakukan masih sangat jauh dari kesuksesan yang kita gambarkan dalam otak kita setiap waktu. Disitulah kita belajar mengenai arti hidup yang sesungguhnya.
Semoga suatu saat nanti aku bisa belajar dari banyak kegagalan yang aku alami. Dan aku yakin kesuksesan yang aku harapkan akan semakin dekat ketika kita mau belajar dari banyak hal di hidup kita. Untuk Jakartaku yang aku cintai, tetaplah menjadi Jakarta yang sebenarnya. Dimana akan selalu ada harapan yang indah ketika sesorang kembali kepadamu. Jagalah harapan itu untukku dan sampai bertemu lagi, good by....


Komentar
Posting Komentar