Aku, Indomie dan Malam
Jam menunjuk pukul 01:30, perutku bersuara gemercik di tengah malam yang dingin. Kututup buku Stories for Rainy Days karya Naela Ali yang barusan aku baca dari tadi. Bergegaslah aku dengan instingku yang sedang lapar menuju ke dapur. Beberapa Indomie terlihat di dalam lemari kaca dapur yang tertutup. Setelah aku buka pintu lemari tersebut, ada 4 Indomie rasa ayam bawang. Dan perutku semakin lapar, biasa, di tengah malam memang rasa lapar selalu datang meskipun sebelumnya sudah makan malam. Aku mulai mengambil panci kemudian aku isi dengan air dari kran yang ada di dapur. Bukan hanya udaranya yang dingin, di tengah malam air dirumahku Magetan juga dingin karena memang kotaku berapa di kaki gunung Lawu. Kemudian kutarik tuas kompor gas lalu mulai merebus air. Semliwir angin malam memang tidak bisa membohongi dinginnya malam itu. Tidak ada yang lebih hangat untuk melawan dinginnya malam di kotaku selain mak...


